day by day
Em...ternyata hidupku kurang hidup tanpa music dan film "jadi yang ngerasa minjem dvd atau cd gue, buruan balikin.... !"
. Bersih bersih sekedarnya, mandi dan berangkat kantor, tapi sebelum ke kantor aku sempetin mampir ke salah satu bank untuk ngecek transferan ( hee jadwal tetap akhir bulan ). Begitu buka pintu kaca salah satu bank swasta itu, mata aku langsung tertuju pada seseorang ( my mysterius guy ). Jarang jarang loh aku bisa ketemu ma orang ini. Kerja sebagai staff IT di bank tersebut, berkacamata, kemeja dengan garis garis putih, dan rambut yang dibelah tengah, saat matanya sibuk menatap layar komputer di depannya, aku yang duduk di kursi tunggu, sedang curi curi pandang hee. Kebiasaan. Sayangnya bank itu gak terlalu ramai, jadi dengan cepat no antrian aku dipanggil dan kesempatan untuk melihat name tag untuk tau namanya hilang begitu saja. Tapi sebelum meninggalkan bank itu dalam waktu kurang dari sedetik mata kita sempat saling pandang, dan dia tersenyum. Heh senangnya...terlalu pemilih? well, let them be will be
Dari dalam lubuk hati aku juga tidak mau ngejoblo, tapi aku juga gak mau terlalu ngotot untuk segera mendapatkan seorang pasangan untuk selanjutnya dinikahi. sudah sering aku katakan aku cukup bahagia dengan kehidupan aku yg sekarang dan tidak mau bahagia ini terusik, kalaupun nantinya aku menemukan seseorang, kanapa gak hee, semua ada waktunya khan? Tapi kebanyakan teman dan keluarga tidak memandang sesederhana itu. Mungkin aku bukan tipe yang mudah jatuh cinta, perlu proses untuk saling mengenal, memahami mengerti dan toleransi. Aku lebih setuju kalu cinta itu datang karna kebersamaan & rasa nyaman, bukannya sekali lihat langsung jatuh cinta. Dari kebersamaan itu kita bisa saling mengenal pribadi masingmasing sebelum memutuskan kalo dia adalah orang yang tepat
"untuk seorang teman: trimakasi untuk semua nasehat-nasehatnya"


. Pikiran melayang, mengingat kejadian kejadian yang sudah terjadi, disebut kenangan. Kenangan hanya jadi sesuatu yang lucu bila diingat kembali. Hati tidak bisa di salahkan dan dibenarkan, karna itulah rasa. Kira kira itu cinta, tapi kalaupun itu cinta, apakah memang semudah itu untuk saling melupakan? Rasa kadang tak punya logika, yang sering kali salah menafsirkan dan menilai, mungkin aku cuma suka, kagum, simpati atau sekedar tebar pesona, tapi aku terlalu terburu buru menyebut itu cinta. Bagaimana membedakannya pun aku binggung. Jujur saja aku ngerasa ada yang hilang tanpa dia, kali ini rasa kehilangan itu lebih parah dari yang sebelumnya.

. Entah apa yang membuat dia datang, padahal aku rasa sudah cukup mengontrol makanan. Ditambah lagi karna fikiranku yang melayang gak jelas kemana, hal hal yang tidak seharusnya aku ingat lagi, muncul juga saat itu. Teringat satu orang, yang sebenarnya tidak pantas diingat. Ah... entahlah ada apa dengan dia selama ini. Suatu awal yang sangat membinggungkan, tidak mungkin rasanya akan berakhir bahagia, jadi aku putuskan matur nuwun aja dari hidupnya. Dan mengubur dalam dalam semua tentang dia.